Kamis, 28 Oktober 2010
Hasil Pemilukada Sementara Kec. Beji
Daftar Pejabat Camat Beji
1. Tahun 1982-1984 : Drs. H. Dedi Setiadi, MM
2. Tahun 1984-1988 : Drs. H. Harun Heryana
3. Tahun 1988-1994 : Drs. H. Yuyun Wirasaputra
4. Tahun 1994-1997 : H. Kudsi Bambang, SH
5. Tahun 1997-1998 : Drs. H. Bambang Wahyudi, S.Ip,MM
6. Tahun 1998-2002 : Drs. H. Kamil Sugandi, MM
7. Tahun 2002-2004 : Drs. H. Supayat (Alm)
8. Tahun 2004-2007 : Tatang Sudirman, S.Sos
9. Tahun 2007-2009 : Drs. H. Taufan Abdul Fatah, MH
10. Tahun 2009-Sekarang : H. Marjaya, S.Sos
Rabu, 14 Oktober 2009
Penggalangan Dana

Penggalangan Dana Bantuan Sosial
Kecamatan Beji Untuk Korban Gempa Sumatera
No. Rekening : 000 8310513 1 00 / A.n SATLAK PBP Kota Depok
- OPD. Kecamatan Beji Rp. 5.050.000
- Masyarakat Kelurahan Kukusan Rp. 2.323.000
- Drs. Taufan Abdul Fatah, MH Rp. 500.000
- Yayasan Pendidikan Putera Bangsa ( Kelurahan Kemirimuka ) Rp. 5.227.000
- Bpk. Pradi Supriatna ( Warga Kelurahan Kukusan ) Rp. 1.000.000
- Bpk. Andi, ST ( Ketua LPM Kelurahan Tanah Baru ) Rp. 500.000
- Bpk. Sori Somantri ( Staff Kecamatan Beji ) Rp. 50.000
- Bpk. H. Idrus ( Warga Kelurahan Pondok Cina ) Rp. 200.000
- Warga RW 06 Kelurahan Beji Rp. 3.272.000
- SMP Harapan Masa - Kelurahan Beji ( untuk gempa Jawa Barat ) Rp. 250.000
- SMP Harapan Masa - Kelurahan Beji ( untuk gempa Sumatera ) Rp. 250.000
- SMKF Sari Farmasi ( Kelurahan Beji Timur ) Rp. 323.000
- Tim Penggerak PKK Kecamatan Beji Rp. 305.000
- SMP Islam Taufiqqurahman ( Kelurahan Beji Timur ) Rp. 150.000
- Bpk. H. Ues S ( Staff UPT Pendidikan Kecamatan Beji ) Rp. 50.000
- Ibu Sainah Setyawati ( Staff Kecamatan Beji ) Rp. 100.000
- Harian MONDE ( Jl. Margona - Pondok Cina ) Rp. 3.200.000
- SMA Muhammadiyah Beji Rp. 200.000
- Klub Jantung Sehat ( Kelurahan Beji ) Rp. 100.000
- Peserta Halal Bil Halal Kecamatan Beji Rp. 810.000
- Tim Penggerak PKK Kelurahan Kukusan Rp. 10.563.000
- Bpk. H. Rojalih ( Sat Pol PP Kecamatan Beji ) Rp. 50.000
- Drs. Taufan Abdul Fatah, MH ( Camat Beji ) Rp. 200.000
- Ibu Harpida ( PLKB Kelurahan Beji ) Rp. 50.000
- Hamba Allah Rp. 150.000
- SMPN 5 Depok ( Kelurahan Beji Timur ) Rp. 100.000
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Keseluruhan Rp. 34.973.000. ibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji
bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji
Halal Bil Halal Kecamatan Beji
Senin, 05 Oktober 2009
Urgensi Waktu Dan Santunan Kematian
Oleh : Drs. Taufan Abdul Fatah, MH ( Camat Beji )
( Disampaikan pada Khutbah Jum’at tanggal 08 februari 2008 di Mesjid Nurul Ulum, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok. )
Ungkapan : “ Waktu itu seperti pedang, apabila tidak engkau gunakan untuk memotong, ia akan memotongmu ”
Ungakapan Barat “ Time is money / waktu adalah uang ”
Lampau ( madli ) Past Tense
Waktu Sekarang ( hal ) Bahasa Inggris Present Tense
Akan Datang ( mustaqbal ) Future Tense
Menurut Alquran :
Kata-kata yang mengacu pada arti waktu ada 5 (lima).
1. Assaa’ah ; waktu yang singkat ; sebentar
2. Waktu ( lebih lama dari Assaa’ah )
Q.S. Annisa 103 “ Sesunguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman ”.
3. Al Ashri
Para Ulama Tafsir mengartikan sebagai kurun waktu. Misal Ashrunnubuah, kurun waktu juga kita kenal, Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi, Orde perubahan, Orde Rekonsiliasi….dll.
4. Addahr - Waktu
Tentang kehidupan seseorang, dari mulai lahir sampai meninggal, namun sifatnya subjektif. Satu dengan yang lainnya tidak sama, hal ini merupakan hak Allah.
Al Jatsiah : 24
Dan mereka berkata, “ Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain Masa”.
Lukmanul Hakim mensahati kepada anaknya. Sesungguhnya pada dirimu ada 3 unsur yang memiliki.
1. Milik Allah - Ruh
2. Milikmu sendiri - Amal
3. Milik Belatung - ketika kita ke kubur
Milik Allah : Ruh
Kapan keluarnya Ruh itu, atau dengan sebab apa itu adalah hak Allah. Tapi mati tetap satu.
5. Al Ajal – habis – Batas Waktu
Q.S. Al Baqoroh ayat 282
” Wahai orang-orang yang beriman apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannya ”.
Q.S. Al Araf ayat 34
“ Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun ”.
Berbicara ajal, artinya diantaranya juga berbicara kematian, dan kematian suatu yang pasti (hak). Karenanya hidup dan kehidupan yang kita jalani haruslah memberi makna untuk sebuah kepastian (mati). Dengan kata lain hidup ini hendaknya terisi dengan amal baik dan membawa sebuah kematian menuju Ridho-Nya.
Q.S. Qof ayat 17 - 19
“ (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya) yang satu duduk disebelah kanan dan yang lain disebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada disisinya alaikat pengawas yang selalu siap (mencatat) ”.
Q.S. Yasin ayat 12
“ Sungguh kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan kamilah yang mencatat apa yang telah mereka (kerjakan). Dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauhul Mahfudz) ”.
Islam memandang kematian sebagai sebuah yang harus dipersiapkan. Salah satu bentuk persiapan kita adalah kita dilatih dalam setiap hendak tidur kita mengucapkan doa :
Hal ini mengandung konsekuensi terhadap sikap kita dalam memandang hidup / kehidupan dan kematian sebagai yang harus kita jalani dan seyogyanya setiap saat kita harus siap menghadapi kematian. Sebagaimana kita sadari kapan kita mati tidak seorangpun yang tahu termasuk dimana dan dengan cara apa kita mati. Agar hidup ini bermakna sampai akhir perjalanan hidup di dunia, maka hendaknya dapat menghargai waktu dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan semua itu dibingkai dalam koridor “ Laa ilaaha illallah ” sebagai komitmen imani yang mewarnai segala langkah dan perbuatan kita.
Pada sisi lain santunan kematian telah memberi kemudahan bagi orang lain, lebih-lebih bagi mereka yang dalam kesulitan. Didalamnya juga ada unsur pendidkan dan dakwah ( Amar ma’ruf nahyi-munkar ). Secara tidak langsung juga konsep santunan kematian di Kota Depok telah menempatkan warganya sebagai objek yang perlu diarahkan pada hal - hal yang baik dan terhindar dari hal - hal yang buruk.
Pada prinsipnya, seluruh penduduk resmi kota Depok dapat menjadi peserta asuransi kematian. Namun demikian, tidak seluruh mereka yang meninggal dunia akan mendapatkan manfaatnya apabila ternyata meningggal karena bunuh diri, terkena HIV/AIDS, atau karena terlibat dalam perbuatan melawan hukum.
Berarti santunan kematian sangat memperhatikan keharmonisan rumah tangga ( juga muasyaroh bil ma’ruf ) dan kesehatan. Santunan kematian juga dapat berimplikasi terhadap penyadaran masyarakat akan pentingnya arti disiplin dan taat hukum. bagi mereka yang meninggal karena terlibat perbuatan melawan hukum tidak menerima manfaatnya.
Pendek kata, santunan kematian di kota Depok sangat sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan :
- Penghargaan terhadap waktu dan memanfaatkannya sebaik-baiknya
- Memberi kemudahan bagi orang lain
- Peduli terhadap sesama
- Pendidikan akhlak ( moral yang baik )
- Amar ma’ruf nahyi munkar
- Arti pentingnya keluarga harmonis dan kesehatan
- Disiplin dan taat hukum
Demikian, Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh.
Kamis, 01 Oktober 2009
Sinergitas IPM Kecamatan Beji
DALAM UPAYA MENDUKUNG PENINGKATAN IPM KOTA DEPOK
Pendahuluan
Kecamatan Beji sebagai salah satu SKPD Pemerintah Daerah Kota Depok berupaya untuk dapat merealisasikan Bantuan Gubernur Jawa Barat Tahun 2008 kedalam kegiatan Peningkatan Sinergitas Kinerja Kecamatan di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian, sebagai salah satu wujud partisipasi aktif Kecamatan Beji untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Beji, disamping pula sebagai dukungan terhadap Program Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan IPM Kota Depok.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan November 2008 dan pendanaannya bersumber dari Bantuan Gubernur Jawa Barat Tahun 2008 yang masuk dalam Perubahan Anggaran 2008, sejumlah Rp. 10.000.000,- ( Sepuluh Juta Rupiah )
Kondisi Demografi
Penduduk merupakan salah satu diantara sekian banyak modal dasar pembangunan. Laju pertambahan penduduk Kecamatan Beji yang demikian pesat salah satunya disebabkan oleh terjadinya perpindahan masuk warga DKI Jakarta ke wilayah Kecamatan Beji khususnya dan wilayah Kota Depok pada umumnya.
Adapun penyebab dari hal tersebut diatas dikarenakan oleh posisi strategis Kecamatan Beji sebagai bagian wilayah Kota Depok, yang secara khusus dirasakan sangat representatif dan memenuhi syarat sebagai daerah pemukiman yang ideal.
Kondisi Sosial Ekonomi
Perpindahan penduduk dari wilayah DKI Jakarta dan wilayah -wilayah lainnya ke Kota Depok, termasuk Kecamatan Beji didalamnya, menyebabkan pula pertambahan jumlah penduduk yang cukup signifikan dan mengakibatkan lebih banyaknya lahan yang dibutuhkan untuk sarana pemukiman.
Bergesernya peruntukkan tanah kepada sarana pemukiman mengakibatkan tidak memungkinkan lagi jenis usaha pertanian dikembangkan di wilayah Kecamatan Beji. Kondisi ini menuntut keterampilan penduduk Beji untuk segera mengantisipasi perubahan dan mengalihkan usaha pertaniannya ke jenis usaha lain.
Sampai dengan saat ini, di wilayah Kecamatan Beji telah berkembang berbagai jenis usaha, baik yang berskala besar maupun yang berskala kecil, termasuk industri ringan didalamnya. Namun dengan keterbatasan sumber daya manusia dan modal yang dimiliki, kekuatan usaha pribumi seringkali kalah bersaing dengan para pendatang yang relatif memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik dan modal yang lebih besar.
Kendati demikian, secara umum kondisi sosial masyarakat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini dapat terlihat dari faktor semakin berkurangnya jumlah keluarga prasejahtera di wilayah Kecamatan Beji.
Dilihat dari struktur budaya dan tradisi masyarakat di Kecamatan Beji terutama warga pribumi, tidaklah jauh berbeda dengan kebudayaan betawi. Hal ini disebabkan selain oleh posisi geografis yang berdekatan dengan wilayah DKI Jakarta yang kental dengan budaya betawi, juga disebabkan oleh faktor historis yang melandasi kuatnya pengaruh kebudayaan betawi di wilayah depok.
Potensi Kecamatan
Luas Wilayah : 1.931.91 Ha2
Jumlah Penduduk : 114.243 jiwa,
L = 59.039 jiwa
P = 55.204 jiwa
Jumlah Kelurahan : 6
Jumlah RW : 72
Jumlah RT : 370
Kegiatan peningkatan Sinergitas Kecamatan di wilayah Kecamatan Beji akan dilaksanakan pada tiga bidang kegiatan, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Perekonomian, adapun uraian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Bidang Pendidikan
- Pendataan Warga Belajar Paket A,B,C ( tanggal 17 s.d 21 November 2008 )
- Pembinaan Tutor Paket A,B,C ( tanggal 24 s.d 25 November 2008 )
Bidang Kesehatan
- Sosialisasi Program PHBS ( 26 November 2008 )
- Penyuluhan dan Pelatihan Kader Posyandu ( 26 November 2008 )
- Fogging DBD ( 21 November 2008 )
- Fogging dan Vaksinasi Flu Burung ( pertengahan bulan November 2008 )
- Kegiatan Kebersihan / Jum’at Bersih ( 28 November 2008 )
Bidang Perekonomian
- Pendataan Pelaku Usaha Kecil ( 24 s.d 25 November 2008 )
- Pembinaan dan Pelatihan UKM ( 26 November 2008 )
impresariat dan personalia
Camat : H. Marjaya, S.Sos bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji
Sekretaris Camat : H. Albert Waneri, S.Sos bejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibejibeji
Plt. Kasi Pemerintahan : Drs. Deny Jordan kecamatan beji kecamatan beji kecamatan beji kecamatan beji
Kasi Pemberdayaan Masyarakat : Rochimah
Kasi Trantib : Drs. Deny Jordan
kecamatan beji kecamatan beji kecamatan beji kecamatan beji
-----------------------------------------------------------------
Lurah Beji : Ramdhani, SH
Lurah Beji Timur : H. Ahmad Rifai, Lc
Lurah Tanah Baru : Syariffudin
Lurah Kukusan : M. Mudhofir, BA
Lurah Kemiri Muka : Budi Muhamad, SE
Lurah Pondok Cina : Ikhwan Suryadin, SE
Kecamatan Beji adalah satu diantara 11 Kecamatan yang berada di wilayah Kota Depok, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Cilegon dan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok tanggal 27 April 1999.
Kecamatan Beji dibentuk bersamaan dengan dibentuknya Kota Administratif Depok pada tanggal 18 Maret 1982, berdasarkan PP No. 34 Tahun 1981, memiliki luas 1.931.91 Ha, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan
Sebelah Timur : Kecamatan Sukmajaya
Sebelah Selatan : Kecamatan Pancoran Mas
Sebelah Barat : Kecamatan Limo
Kecamatan Beji terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian 27.5 - 91 m diatas permukaan laut, curah hujannya rata-rata berkisar 30 mm / thn dan suhu udara rata - rata 20-30 ยบ celcius dan terdiri dari enam kelurahan yang meliputi 72 RW dan 370 RT sebagai berikut :
1. Kelurahan Beji
2. Kelurahan Beji Timur
3. Kelurahan Kukusan
4. Kelurahan Tanah Baru
5. Kelurahan Kemiri Muka
6. Kelurahan Pondok Cina
Jarak antara Kecamatan Beji ke pusat pemerintahan Kota Depok, Propinsi dan Ibukota Jakarta adalah sebagai berikut :
Dengan Kantor Walikota Depok : 1,50 Km
Dengan Kota Propinsi : 170,00 Km
Dengan Ibukota Negara : 31,00 Km




